Selasa, 02 Oktober 2012

Menjadi Bahagia dalam 5 Menit


Saran umum yang sering kita dengar tentang cara mendapatkan kebahagiaan adalah dengan merubah sikap atau kebiasaan kita. Ini sangat tepat, namun kadang-kadang di situasi tertentu kita memerlukan cara yang mudah dan cepat untuk segera mengangkat mental kita dari keterpurukan.


Kabar baiknya adalah ada metode-metode sederhana yang dapat dengan instan mengangkat mental anda segera. 
Dibawah ini adalah daftar metode bagaimana anda dapat menemukan kebahagiaan hanya dalam waktu 5 menit, berikut penjelasan bagaimana masing-masing metode tersebut bekerja.

Anak Nakal vs Anak Kutu Buku


Anak nakal :

Biasanya banyak temennya, geng2 club2 motor mobil, dsb. Dan memang, sampai kita dewasa yang kita butuhkan itu koneksi untuk berbisnis, dan koneksi itu datangnya dari teman2 kita.
Kutu buku :
Coba bayangin si kutu buku, mereka tiap hari belajar, jarang bergaul, bergaul cuma sama kertas ulangan, buku, pena, dan pensil. Saat mereka lulus sekolah dan sukses, mau cari bisnis ke siapa, siapa yang mau ngajak bisnis bareng.
Kesimpulan :

Winner or Loser ?


1. Pecundang selalu khawatir dengan perubahan. Pemenang selalu tidak sabar menanti perubahan.


2. Pecundang selalu berada di belakang. Pemenang selalu berada didepan.

3. Pecundang selalu senang berada di zona nyaman. Pemenang senang berada di daerah tantangan.

Saya Tidak Butuh Sholat (Seputar Cerita Tentang Sholat)


Dikisahkan oleh seorang sahabat...


Anak : Pak, sholat itu buat apa sih?

Ortu : (menghardik) Udah, kamu jangan tanya-tanya maca-macam. Kafir nanti kamu.

Anak : (terdiam)

Belasan tahun kemudian, si anak bertemu lagi dengan saya. Sebut saja namanya Boni

Kenyataan vs Impian


Banyak orang yang merasa frustasi karena kenyataan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka impikan. Sebagai contoh, ada seorang anak yang ingin kuliah di Universitas A, tapi nyatanya biaya tidak mencukupi, atau otaknya yang nggak nyampai. 

Atau, mereka yg merantau ke kota besar, bermimpi ingin mendapatkanpekerjaan berkelas nasional bahkan internasional, tapi yang didapatkanhanyalah pekerjaan biasa-biasa saja dan apa adanya.