Selasa, 02 Oktober 2012

Anak Nakal vs Anak Kutu Buku


Anak nakal :

Biasanya banyak temennya, geng2 club2 motor mobil, dsb. Dan memang, sampai kita dewasa yang kita butuhkan itu koneksi untuk berbisnis, dan koneksi itu datangnya dari teman2 kita.
Kutu buku :
Coba bayangin si kutu buku, mereka tiap hari belajar, jarang bergaul, bergaul cuma sama kertas ulangan, buku, pena, dan pensil. Saat mereka lulus sekolah dan sukses, mau cari bisnis ke siapa, siapa yang mau ngajak bisnis bareng.
Kesimpulan :


Banyak2 pergaulan rajin2 belajar, ambil keduanya dari si nakal dan si rajin.

Anak nakal :
Cenderung berani, mereka tidak takut dihukum guru, berdiri di depan kelas dihukum senyam-senyum, nilai jelek nggak dimasukkan ke hati (mental baja).
Kutu Buku :
Terus belajar karena takut nilai jelek, kalau ulangan dapet jelek langsung keringat dingin, pusing kepala, dan bleeggg!! pingsan.
Kesimpulan :
Dalam berbisnis itu selalu ada menang dan kalah, dan kalau kita lihat si nakal, mereka itu lebih berani mencoba tanpa takut, dan kalau kalah atau salah ya sudah kita coba lagi.

Anak nakal :
Lebih banyak akal untuk bertahan hidup, misalnya dalam ulangan dia nggak mengerti harus buat apa biar lulus, nah otak mereka dipakai buat mencari 1000 cara mencontek, dan tahu sendiri hasil dari itu semua? Mereka jadi pribadi yang kreatif dan bermental kuat ( karena mencontek itu deg2an ). 
Kutu buku :
Satu-satunya jalan ya belajar biar bisa nilai bagus, dan cara yang mereka pilih ya belajar, cuma 1 cara.

Anak nakal :
Cendrung lebih berani dari anak kutu buku untuk tampil didepan, walaupun apa yang disampaikannya ngaco, tapi inilah awalnya, karena didunia pekerjaan nanti kita akan dituntut untuk bisa berbicara. 
Kutu buku :
Hanya bisa belajar dan biasanya pemalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Sebagai Jejak Anda Di Blog Ini.
Gunakanlah Kata Kata Yang Sopan.